Jumat, 05 Juni 2015

#opini - Menghargai Makanan

Kemarin malam, sewaktu ke warung nasi goreng dekat rumah, saya berpapasan dengan dua orang (yang sepertinya berpacaran) keluar dari warung itu dan di meja mereka menyisakan dua piring nasi goreng yang terlihat tidak dimakan sama sekali. Ibu-ibu penjaga warung dengan muka kesal+heran membereskan meja sambil curhat degan logat jawanya  
"ya mau bagaimana mas, namanya juga orang jualan, padahal tadi baru dimakan sesendok"

Inilah alasan mengapa saya paling malas dan paling anti menyisakan makanan di warung makan/restoran. Mungkin anda akan bilang
"kan sudah dibayar, itu hak kita mau habiskan atau tidak"
Oke, tapi dengan berpikiran seperti itu berarti kita tidak menghargai makanan dan si pembuat makanan. kalau memang tidak bisa dihabiskan, kan bisa minta tolong untuk dibungkuskan sisanya.

Belajarlah untuk menghargai sesuatu sekecil apapun itu.

Kamis, 23 April 2015

My Facebook Post #12

there's three kind of questions that always been sensitive on the people ears in this modern era...

1. the question about how old they are (especially woman)
2. the question about how much salary/money they have
3. the question about what kind a type of smartphone that they use in everyday life

if you're not sensitive to that question above, maybe you're just pretending to be a deaf person when someone ask or you're the person who landed from 19th century by time travel machine

posting 26 Januari 2015 di Facebook

My Facebook Post #11

Entah kenapa sy jadi teringat dengan percakapan dgn ayah saya waktu pagi-pagi buta, sekitar seminggu sebelum wisuda..

A: kau itu sdh mau lulus kuliah, sdh kerja juga..tapi belum pernah kasi kenal ceweknya ke kita..
S: memang belum ada, mau bagaimana? Lagipula, kalo cari jodoh segampang beli ikan di pasar, pasti sdh di kasi kenal dari dulu
A: makanya, jadi playboy..
S: -_-


posting 13 Januari 2015 di Facebook

My Facebook Post #10

Ibu saya menceritakan hal menarik pada saat acara wisuda sebulan yg lalu.

Ibu saya bertemu dgn Ibu dari seorang kawan. Ibu bercerita, bahwa Ibu dari kawan saya ini menitikan air mata haru ketika dia melihat anaknya naik ke panggung utk menerima gelar sarjana. Ibu ingin memberinya tisu, namun karena tdk ada maka dia hanya bisa memberi permen untuk menenangkan perasaannya.
Apa yg bisa saya petik dari kejadian itu ialah orang tua kita, terutama Ibu, terkadang tdk butuh uang ataupun harta benda sebagai balasan kita untuknya. Cukup dgn rasa bangga dan bahagia melihat anak yg dibesarkannya telah sukses.
 

Itu saja. Tidak lebih.

Happy Mothers Day, everyone

posting 22 Desember 2014 di Facebook

Kamis, 19 Februari 2015

Tips Buang Air di Mall Tanpa Biaya




Mall adalah suatu tempat yang mungkin selalu ada di kota-kota besar di Indonesia..
Data statistik menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan mall terbanyak di dunia..

Ada banyak jenis orang yang datang ke mall. Ada orang kulit hitam, ada orang kulit putih. Ada yang Cuma ingin nongkrong dan ada pula yang datang memang untuk berbelanja. Namun, berdasarkan hasil survei, ada satu jenis orang yang sering ada di mall. Orang yang kebelet ingin buang air.

Masalahnya kemudian, berdasarkan hasil survei lagi, toilet yang ada di mall memiliki konsep berbayar, baik itu prabayar ataupun pascabayar. Memang tidak semua seperti itu, namun kebanyakan dari mall menganut konsep toilet berbayar tadi..

Sebagai orang rantauan kere di kota besar dan menganut dengan teguh prinsip hemat pangkal kaya, tentunya saya dengan tegas memberikan fatwa haram untuk toilet bebrayar yang ada di mall.

Mungkin ada dari anda yang akan bilang
“hei, itukan cuma toilet. Paling kamu hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 1000 sampai Rp. 2000”

Ohh..tunggu dulu  sodara-sodara sekalian..!!!

Asal kalian tahu bahwa dengan uang Rp. 2000 saya sudah bisa mendapatkan sebanyak 3 – 4 biji gorengan tahu isi. Saya lebih memilih untuk menggunakan uang Rp. 2000 saya untuk membeli gorengan tahu isi yang 3 biji tadi daripada harus menggunakannya untuk membuang sebuah benda abstrak warna kuning atau cairan mirip extra joss keluar dari badan saya.

Maka dari itu, saya punya solusi ampuh untuk mengatasi rasa kebelet buang air anda ketika berada di mall, apalagi kalau anda memiliki tingkat kepelitan yang sudah mencapai level expert.

Berdasarkan data, ada 2 jenis toilet yang ada di mall...
1. toilet yang disediakan oleh pihak mall (dengan biaya sekitar Rp. 1000 sampai Rp. 2000).
2. toilet yang disediakan oleh pihak bioskop yang ada di mall (dengan biaya sekitar Rp.0)

Dengan demikian, anda pasti sudah tahu harus kemana kalau ingin buang air di mall, kan? Ya, tepat sekali saudara-saudara ku sekalian..!!! di toilet bioskop..!!!

Namun biasanya setelah melakukan ritual buang air air di toilet bioskop anda akan merasa canggung untuk keluar dari bioskop. Seakan-akan mata semua orang yang ada di bioskop, terutama satpam bioskop, tertuju ke anda dan memvonis anda sebagai manusia dengan dosa paling besar di dunia.

Tapi tenang. Saya juga punya solusi untuk masalah yang satu ini..
Tinggallah dulu di bioskop selama kurang lebih 5-10 menit. Ini untuk mempertegas kepada semua orang yang ada di bioskop bahwa anda memang seorang pengunjung bioskop, bukan seorang penyusup kere nan pelit yang cuma ingin numpang buang hajat di bioskop itu. Cara ini dapat diperkuat dengan melakukan tindakan berikut: pergi ke loket tiket bioskop. Lakukan gerakan menempelkan tangan di dagu seperti orang berpikir sambil melihat-lihat daftar film, lalu katakan 
“tidak ada film yang bagus. Pulang ah...!!!”
Lalu berjalan lah keluar bioskop. Dengan begini misi buang hajat gratis telah selesai..!!!

Demikianlah tulisan yang sangat bermanfaat ini..
Wassalam..

NB: tips ini hanya bisa dilakukan kalau di mall itu ada bioskop. Kalau tidak ada, KENCING SAJA DI BOTOL, DASAR KERE..!!!!